

Tidak hanya bagi pengguna kendaraan pribadi dan angkutan kota yang berebut jalan dengan para pengendara motor yang menyemut di tepi mobil hingga menyentuh kaca spion, siksaan itu juga dialami para pengguna bus Transjakarta koridor Ragunan-Dukuh Atas. Walaupun ratusan calon penumpang dengan tertib mengantri masuk ke dalam bus Transjakarta di Halte Ragunan, calon penumpang yang siap menyesaki bus dengan lajur khusus berlabel 'busway' ini telah menanti di setiap halte di sepanjang jalur yang akan dilewati. Alih-alih menikmati udara sejuk dari mesin pendingin udara buatan Jepang di dalam bus, penumpang justru akan tersiksa dengan panas hawa tubuh berbagai macam penumpang yang ada dalam bus Transjakarta. Belum lagi parfum menyengat dari gadis-gadis pramusapa yang akan sangat menyiksa penumpang yang alergi terhadap bau-bauan yang tajam.

Untuk kembali ke rumah setelah selesai bekerja, sebaiknya Anda tidak langsung pulang pada jam 5 sore hingga jam 7 malam. Kepadatan lalu lintas di jalur ini akan sungguh menyesakkan dada, menaikkan tekanan darah, dan menambah jumlah polutan yang terpapar pada tubuh Anda. Anda tentu ingin menikmati perjalanan dan hari-hari Anda tanpa ketidaknyamanan seperti itu. Sebaiknya Anda meluangkan waktu sejenak di kantor untuk menyiapkan pekerjaan esok harinya, mampir di beberapa pusat perbelanjaan untuk meregangkan urat syaraf, atau berkumpul dengan teman-teman di kafe terdekat sekadar menghilangkan rasa lapar atau mungkin untuk bertukar informasi. Setelah itu, Anda dapat pulang dengan perasaan yang lega dan menikmati perjalanan yang tidak terlalu menyiksa dibandingkan dengan perjalanan pulang di sore hari. Walaupun kepadatan di beberapa jalur di Jakarta mungkin saja terjadi hingga pukul 9-10 malam, biasanya kepadatan itu tidak terlalu menghambat perjalanan Anda menuju rumah. Anda tetap bisa pulang ke rumah dengan perasaan tenang dan wajah tersenyum.
Jangan habiskan hidup Anda di jalan raya Jakarta yang sangat menyiksa! Hidup ini indah dan harus dinikmati dengan bijaksana.